Dubes RI, Ibu Nurmala Kartini Sjahri yang baru tiba dua minggu lalu mengundang perwakilan ormas Indonesia di Jepang. Pesan utamanya: pandai membawa diri yaitu agar bisa menyesuaikan diri dengan aturan dan jg kebiasaan di Jepang sebagai pendatang, memperkuat toleransi, dan memperbanyak silaturahmi antar WNI.
Beberapa isu yang dibahas:
・BPJS Kesehatan sebagai antisipasi risiko, termasuk bantuan biaya pemulangan jenazah dengan syarat tertentu.
・Kejelasan status ijazah Universitas Terbuka untuk persyaratan Visa Gijinkoku, yang masih perlu dikonfirmasi agar tidak menimbulkan simpang siur.
・Tentang harapan dukungan untuk kegiatan promosi budaya Indonesia ke masyarakat Jepang yang telah diadakan oleh grup Rumah Budaya Indonesia, Ibu Dubes menjelaskan, bahwa sejak terjadi pandemi covid kegiatan manusia telah berubah yaitu tidak terpaku pada pertemuan tatap muka, namun dengan kegiatan online memungkinan kita melakukan promosi juga, tanpa harus terpaku pada rumah promosi secara fisik.
Selain itu ada juga usulan kepada KBRI untuk mengadakan layanan kesehatan mental, serta pendataan WNI menuju Pemilu 2029 yang diprediksi akan lebih banyak tantangan dibandingkan dengan yang sebelumnya mengingat jumlah WNI saat ini meningkat drastis.
Menyikapi lonjakan jumlah WNI yang signifikan ini (±66 ribu pada 2019 menjadi ±230 ribu per Juni 2025), KBRI Tokyo membentuk Forum Komunitas sebagai wadah kolaborasi berbagai ormas, dengan harapan untuk meningkatkan kolaborasi dan persaudaraan antar WNI di Jepang.