Kunjungan 58th ASEAN DAY at ASEAN PAVILION
Hari,tanggal : Jumat, 8 Agustus 2025
Jam : 16:30~17:30 JST
Lokasi : Expo National Day Hall (Ray Garden), World Expo 2025 Osaka
Peserta : Felix Wijaya (mewakilkan APIJ)
Rangkaian acara dimulai dari penerimaan tamu undangan dan tamu reservasi. Tamu umum
yang berkunjung ke Expo 2025 juga diperbolehkan masuk sesuai urutan dan ketersediaan
tempat. Setelah semua tamu menduduki tempat, tamu special (gubernur Osaka, perwakilan
pemerintahan Jepang, perwakilan ASEAN) memasuki lokasi acara ASEAN DAY.
Sesuai informasi dari pembawa acara, ASEAN DAY juga sedang berlangsung di Jakarta
sehingga segala kegiatan dari awal sampai selesai juga dilangsungkan secara virtual untuk
peserta di Jakarta. Pembukaan acara dimulai dari upacara hosting bendera ASEAN, bendera
Jepang dengan diiringi oleh lagu nasional. Setelah itu, kata sambutan dari perwakilan
pemerintahan Jepang dan Deputy Secretary General ASEAN.
Kegiatan utama dibawa langsung oleh grup musik tradisional yang mewakili 10 negara anggota
ASEAN yang bernama C ASEAN CONSONANT. Grup tersebut menggunakan instrument
music tradisional dari masing-masing negara untuk menciptakan karya musik yang
menyatukan. (website : https://www.c-asean.org/projects-4/c-asean-consonant).
Pertunjukan musik dilangsungkan secara berurutan dengan membawakan musik tradisional dari 10 negara
ASEAN. Terakhir, perwakilan grup dari Indonesia membawa lagu official Expo 2025 (KONO
HOSHI NO TSUDUKI WO) dengan meriah dan sekalian menutup acara ASEAN DAY 2025.
Peserta 58th ASEAN DAY terlihat sangat antusias terutama peserta warga negara Jepang.
Informasi mengenai negara ASEAN dan ekonomi yang terus berkembang di negara ASEAN
menjadikan ASEAN tetap menjadi negara-negara baik untuk Jepang sebagai partner bisnis dan
destinasi wisata untuk kedua belah pihak (ASEAN dan Jepang).
Felix sebagai perwakilan APIJ mengikuti acara dari awal sampai akhir merasakan bahwa
suasana di lokasi terlihat sangat teratur dan rapi. Mulai dari penjagaan ketat terhadap tamu
spesial, pembawa acara dengan dual Bahasa (Jepang dan Inggris), penerjemahan isi pidato dari
pembicara yang ditampilkan di layar. Menurut saya, acara internasional seperti ini bisa menjadi
pembelajaran untuk pelaksanaan acara ke depannya yang dilakukan oleh APIJ
